Selasa, 4 April 2023

Pembelajarandi Prince of Songkla University, Kampus pattani, Thailand : Laporan Akhir Drs. Masnur Muslich (2)

 Oleh Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan

Laporan Akhir Drs. Masnur Muslich (Al Marhum), seorang mantan pensyarah dari Universiti Negeri Malang, Jawa Timur, Indonesia. setelah tamat khidmat membantu Jurusan Melayu Melayu di Prince Of Songkla University (PSU), Kampus Pattani. Laporan tersebut kerana terlalu panjang. Laporan itu dibahagi kepada 2 bahagian. Kali ini akan siarkan laporan bahagiab ke 2.

 

(Sambung dari Pembelajaran di Prince of Songkla University, Kampus pattani, Thailand : Laporan Akhir Drs. Masnur Muslich (1) )

  

Program Ekstra Kurikuler

Kegiatan ekstra kurikuler yang kami programkan dalam rangka mengemban visi dan misi “ke-Indonesia-an” adalah sebagai berikut.

 

Program “Indonesian Corner”. Program ini bertujuan memberikan pelayanan kepada mahasiwa (juga dosen dan masyarakat) yang ingin belajar bahasa Indonesia dan yang ingin memperoleh informasi tentang Indonesia – juga Nusantara – (khususnya menyangkut sosial budaya).

Program Pameran Pendidikan Indonesia bertepatan dengan “Open House PSU”. Program ini bertujuan mengenalkan program pendidikan yang ada di Indonesia, utama program pemberian bea siswa yang disediakan oleh pemerintah dan/atau perguruan tinggi di Indonesia.

 

Program “Indonesian Night”. Program ini bertujuan memberikan tampilan ekspresi kesenian Indonesia sebagai khasanah budaya bangsa yang layak untuk diapresiasi.

Program “Studi Banding” ke Indonesia. Program ini bertujuan memberikan informasi dan pengalaman langsung (lewat pengamatan real) kepada mahasiswa tentang sosial budaya Indonesia.


Pelaksanaan


Intra Kurikuler

 

Pelaksanaan perkuliahan keempat matakuliah tersebut kami lakukan secara team teaching (2 orang), dengan porsi sajian tiga jam per minggu (@ 50 menit). Topik-topik yang telah kami susun dalam silabus setiap matakuliah telah tersajikan sesuai dengan rencana. Bahkan, ada beberapa topik yang menjadi minat mahasiswa untuk didalami dalam tugas akhir perkuliahannya.

 

Sebagian besar materi perkuliahan kami akses dari internet. Setiap mahasiswa memperoleh garis-garis besar materi sebelum perkuliahan berlangsung sehingga mereka bisa mengikuti dan memahami setiap perkuliahan kami. Gambar dan foto untuk menunjang perkuliahan pun kami tampilkan lewat slide sehingga lebih menarik dan lebih memantapkan pemahaman mahasiswa. Bahkan, kami pun memutarkan beberapa kali film Indonesia agar mereka mempunyai gambaran tentang “keadaan” Indonesia.

 

Hasil evaluasi akhir (semester) terhadap setiap matakuliah menunjukkan gambaran sebagai berikut.

 

(1) Politics and Government in Nusantara

 

Jumlah Peserta: 30 orang

 

Rentang Nilai:

 

Yang memperoleh nilai A : 5 orang (16,66%)

 

Yang memperoleh nilai B+ : 4 orang (13,33%)

 

Yang memperoleh nilai B : 11 orang (36,66%)

 

Yang memperoleh nilai C+ : 8 orang (26,66%)

 

Yang memperoleh nilai C : 2 orang ( 6,66%)

 

Yang memperoleh nilai D+ : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai D : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai E : 0 orang ( 0,00%)

 

(2) Seminar in Malay Studies

 

Jumlah Peserta: 34 orang

 

Rentang Nilai:

 

Yang memperoleh nilai A : 4 orang (11,75%)

 

Yang memperoleh nilai B+ : 4 orang (11,75%)

 

Yang memperoleh nilai B : 15 orang (44,11%)

 

Yang memperoleh nilai C+ : 9 orang (26,47%)

 

Yang memperoleh nilai C : 2 orang ( 5,88%)

 

Yang memperoleh nilai D+ : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai D : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai E : 0 orang ( 0,00%)

 

(3) Malay Civilization

 

Jumlah Peserta: 52 orang

 

Rentang Nilai:

 

Yang memperoleh nilai A : orang (%)

 

Yang memperoleh nilai B+ : orang (%)

 

Yang memperoleh nilai B : orang (%)

 

Yang memperoleh nilai C+ : orang (%)

 

Yang memperoleh nilai C : orang (%)

 

Yang memperoleh nilai D+ : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai D : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai E : 0 orang ( 0,00%)

 

(4) History of Nusantara

 

Jumlah Peserta: 27 orang

 

Rentang Nilai:

 

Yang memperoleh nilai A : 5 orang (18,51%)

 

Yang memperoleh nilai B+ : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai B : 8 orang (29,62%)

 

Yang memperoleh nilai C+ : 7 orang (25,92%)

 

Yang memperoleh nilai C : 7 orang (25,92%)

 

Yang memperoleh nilai D+ : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai D : 0 orang ( 0,00%)

 

Yang memperoleh nilai E : 0 orang ( 0,00%)

  

Penilaian ini kami lakukan secara silang dengan dosen setempat sehingga keobjektifannya bisa terjaga.

Ekstra Kurikuler


Dari keempat program ekstra-kurikuler, yang sudah terealisasikan hanya tiga kegiatan, yaitu “Indonesian Corner”, “Open PSU”, dan “Indonesian Night”. Program “Studi Banding” ke Indonesia baru bisa terlaksana sekitar April-Mei 2007.

 

Kegiatan Indonesian Corner mendapat sambutan positif dari mahasiswa dan dosen, terutama pelatihan bahasa Indonesia dan informasi tentang sosial budaya Indonesia. Bahkan, ada beberapa orang dari luar kampus (pengusaha travel) yang berkonsultasi tentang daerah wisata di Indonesia yang layak dikunjungi.

                  Depan Fakulti Kemanusiaan dan Sains Sosial, PSU.

Pada acara Open PSU pada 14 – 18 Agustus 2006 kami membuka stand “Indonesia” bekerja sama dengan Konsulat Indonesia di Songkhla. Taggapan pengunjung sangat baik sehingga brosur tentang informasi pendidikan di perguruan tinggi Indonesia yang tercetak sekitar 500 buah habis dalam tempo dua hari. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Konsulat RI di Songkhla.

 

Acara Indonesian Night yang berlangsung 30 Agustus 2006 (jam 19.00 – jam 23.00) di Hall PSU berlangsung secara meriah. Dihadiri sekitar 400 orang (mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum). Acara yang ditampilkan secara live ini menampilkan gending Jawa, tari Jawa, tari Bali, irama Melayu, dengan melibatkan sekitar 30 orang. Bapak Konsul RI di Songkhla berkenan memberikan sambutan pada acara ini. Kegiatan ini sepenuhnya mendapatkan dukungan finansial dari Konsulat RI di Songkhla.

 

Kegiatan Studi Banding ke Indonesia akan dilaksanakan sekitar April-Mei 2007. Yang berminat mengikuti program ini sekitar 15 orang mahasiswa, yang semuanya dari angkatan tahun ketiga. Kegiatan tersebut kami arahkan ke Jawa Timur karena di daerah ini banyak peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi, yaitu Trowulan (Mojokerto), Singosari (Malang), dan Penataran (Blitar). Di samping itu, para mahasiswa bisa berkunjung ke kampus Universitas Negeri Malang untuk memperoleh informasi berkaitan dengan program Indonesian Studies.

 

Penutup


Berdasaran hasil pelaksanaan program dan pengamatan kami selama Juni-Desember 2006 di PSU Kampus Pattani kami memberikan simpulan dan saran sebagai berikut.

 

Simpulan


Program “Indonesian Studies” belum bisa dilaksanakan secara mandiri di PSU Pattani karena selain tenaganya masih tidak memenuhi syarat, program ini belum menjadi prioritas bagi PSU. Bahkan, program Pengkajian Melayu yang selama ini sudah berjalan empat tahun masih perlu pembenahan yang cukup serius.


Rencana membuka sajian matakuliah “Bahasa Indonesia” pada semester November 2006 pun belum bisa terlaksana karena masih berkonsentrasi pada sajian matakuliah pada Program Pengkajian Melayu.

 

PSU Kampus Pattani, khususnya program Pengkajian Melayu, masih memerlukan keterlibatan dan uluran tangan “kita”, terutama – secara makro – pembenahan tentang “wawasan” Pengkajian Melayu. Sebab, selama ini Pengkajian Melayu lebih – bahkan hanya – diarahkan pada wawasan Malaysia saja, baik matakuliah yang berlabel “Malay” maupun “Nusantara. Pendangkalan ini terjadi karena semua tenaga dosen Pengkajian Melayu berasal dari alumni perguruan tinggi di Malaysia.

 

Sebagian besar buku bacaan dan dokumen-dokumen yang berada di Pusat Sumber Pengkajian Melayu berasal dari Malaysia. Kondisi ini selain akan memperkuat wawasan mereka terhadap Malaysia, sekaligus bisa mempersempit dan membatasi wawasan mereka terhadap Indonesia.

                                Persembahan dari Indonesia

Saran


Berdasarkan simpulan tersebut, beberapa hal yang patut diperhatikan adalah sebagai berikut.

 

Program kerja sama yang sudah dirintis selama satu semester ini perlu ada kesinambungan sehingga peletakan dasar-dasar pemahaman (wawasan) tentang “Indonesia” yang telah dilakukan bisa dikembangkan bahkan dimantapkan lebih lanjut.


Pelaksanaan Program lanjutan ini perlu ada koordinasi yang baik dari semua pihak (yaitu antara Kedutaan Besar RI di Bangkok c.q. Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Dikti, Perguruan Tinggi Penyedia Tenaga, dan Perguruan Tinggi Penerima) sehingga tidak terjadi sikap “setengah hati” oleh pihak-pihak tertentu.

 

Tenaga yang dikirimkan hendaknya dipersiapkan sedemikian rupa sehingga benar-benar bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan visi dan misinya. Persiapan ini akan lebih efektif apabila terlebih dahulu diketahui gambaran umum dan kondisi kampus tempat bertugas, terutama kondisi programnya.

 

Fasilitas-fasilitas utama untuk menunjang kelancaran tugas pun perlu dilengkapi, misalnya komputer, buku-buku bacaan, dan sebagainya. Perlu disusun materi yang relatif lengkap tentang “Indonesian Studies”, terutama yang menyangkut bidang sejarah, ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

 

Refleksi


Sekiranya program kerja sama ini perlu dilanjutkan, perlu pembenahan serius mulai dari kejelasan kewajiban dan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat dalam kerja sama tersebut, pemantapan program, pengembangan materi, sampai dengan penyediaan penggajian dan/atau penyedaiaan sarana dan prasarana yang memadai.

 

Yang terkait dengan kejelasan kerja sama, misalnya seberapa jauh kewenangan UM menyediakan tenaga, apa konrtibusi yang bisa diterima UM dari hasil kerja sama tersebut, apa kewajiban dan tanggung jawab Dubes (c.q. Atase Dikbud) sebagai inisiator kerja sama, dan apa pula kewajiban lembaga sasaran sebagai penerima manfaat langsung dari kerja sama tersebut.

 

Yang terkait dengan pemantapan program, misalnya bagaimana sasaran setiap satuan program, bagaimana kesinambungan program, dan bagaimana pula tindak lanjutnya. Yang terkit dengan pegembangan materi, misalnya bagaimana penyediaan materi setiap program, siapa yang menyusunnya, dan bagaimana strategi penerapanya.

 

Terkait dengan penyediaan penggajiaan dan/atau penyediaan sarana dan prasarana, misalnya siapa yang berkewajiban memberikan gaji bagi tenaga pelaksana, beaya transportasi dan akomodasi, dan penyiapan sarana dan prasana selama menjalankan tugas.

Pembelajaran di Prince of Songkla University, Kampus pattani, Thailand : Laporan Akhir Drs. Masnur Muslich (1)

Oleh Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan

Pada tahun 2006, di Prince Of Songkla University (PSU), Kampus Pattani, Selatan Thailand menerima seorang pensyarah dari Universiti Negeri Malang, Jawa Timur, Indonesia. Pensyarah tersebut ialah Drs. Masnur Muslich (Al Marhum) dan ditempatkan di Jurusan pengajian Melayu di Fakulti Kemanusiaan dan Sains Sosial.

 

Setelah tamat khidmat membantu di Jurusan Pengajian Melayu Al Marhum telah menulis sebuah laporan akhir dengan nama “Laporan Akhir Pelaksanaan Tugas Di Prince Of Songkla University (PSU), Kampus Pattani, Selatan Thailand”. Dari laporan inilah pelajar Pengajian Melayu dan pelajar amnya boleh tahu apakah pandangan orang luar terhadap pelajar di Prince Of Songkla University (PSU), Kampus Pattani, Selatan Thailand. Kerana laporan terlalu Panjang dengan itu saya bahagikan laporan kepada 2 bahagian. Ini adalah “Laporan Akhir Pelaksanaan Tugas Di Prince Of Songkla University (PSU), Kampus Pattani, Selatan Thailand” bahagian pertama :

  

“Laporan Akhir Pelaksanaan Tugas Di Prince Of Songkla University (PSU), Kampus Pattani, Selatan Thailand Bahagian 1”

Oleh Masnur Muslich

 

Kedatangan kami yang diantar oleh dua petugas Konsulat RI Songkhla di PSU Kampus Pattani pada 26 Juni 2006 disambut oleh Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora (Faculty of Humanities and Social Sciences) dan Ketua Jurusan Bahasa-bahasa Asia Timur. Setelah kami memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan kedatangan kami, secara teknis kami diperbantukan oleh pihak Fakultas untuk terlibat dalam penanganan Program Studi Pengkajian Melayu (Malay Studies), khususnya membina matakuliah yang silabusnya terdapat topik-topik yang berkaitan dengan masalah Nusantara dana/atau Indonesia.

 

Hasil pembicaraan kami yang diikuti dengan penugasan ini berimpilkasi bahwa rencana yang telah kami persiapkan untuk membina matakuliah “Bahasa Indonesia” bagi penutur Thai dan matakuliah “Indonesian Studies” tidak bisa dilaksanakan. Yang bisa kami lakukan adalah menyisipkan materi “ke-Indonesia-an” ke dalam matakuliah-matakuliah yang silabusnya terdapat topik-topik yang berkaitan dengan masalah Nusantara dan/atau Indonesia. Kondisi yang kami anggap “tantangan” ini mendorong kami untuk bisa “berkreasi” lebih lanjut agar visi dan misi kami bisa tercapai secara maksimal, dengan memanfaat kondisi yang ada.

 

Orientasi

Sebelum tugas pokok kami laksanakan, kami mengadakan orientasi singkat yang kami arahkan pada tiga hal, yaitu (1) gambaran umum tentang PSU Kampus Pattani, (2) gambaran umum tentang program Melayu Studies, dan (3) gambaran umum tentang mahasiswa program Melayu Studies. Berdasarkan orientasi ini, kami akan menentukan program dan langkah-langkah konkret selama enam bulan terkait dengan visi, misi, dan tujuan penugasan kami di PSU Kampus Pattani.

 

Hasil orientasi singkat tersebut terdeskripsikan sebagai berikut.

 

(1) Gambaran Umum PSU Kampus Pattani

 

PSU Kampus Pattani merupakan bagian dari PSU yang berada di Thailand Selatan. PSU ini mempunyai tiga kampus, yaitu PSU Hat Yai Campus, PSU Phuket Campus, dan PSU Pattani Campus. Masing-masing kampus mempunyai fakultas dan jurusan/program studi tersendiri. PSU Hat Yai Campus mempunyai lima fakultas, yaitu (1) Fakultas Agro Industri (Faculty of Agro-Industry), (2) Fakultas Ilmu Kedokteran (Faculty of Medicine), (3) Fakultas Ilmu Keperawatann (Faculty of Nursing), (4) Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (Faculty of Sciences), dan (5) Fakultas Ilmu Managemen (Faculty of Management Sciences). PSU Phuket Campus mempunyai satu fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Industri Jasa (Faculty of Service Industies). 


PSU Pattani Campus memiliki empat fakultas dan dua lembaga setingkat fakultas yang diberi nama “College” dan “Institut”, yaitu (1) Fakultas Ilmu

Pendidikan (Faculty of Education), (2) Fakultas Ilmu Komunikasi (Faculty of Communication Science ), (3) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Faculty of Humanities and Social Sciences), (4) Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi (Faculty of Science and Technology), (5) College of Islamic Studies (CIS), dan (6) Institute of South East Asia Maritim State Studies

 

Dari ketiga kampus ini yang menjadi induknya adalah PSU Hat Yai Campus, walaupun masing-masingnya dikelola secara tersendiri.

  

Selain kegiatan akademik atau intra kurikuler, PSU Kampus Pattani juga mengagendakan kegiatan ekstra kurikuler secara intensif dan rutin, baik yang berkaitan dengan seni-budaya maupun sosial-ekonomi, baik yang dilaksanakan pada tingkat universitas maupun pada tingkat fakultas. Kegiatan ekstra yang dimaksud antara lain sebagai berikut.

 

"Pasar Malam Kampus” (semacam Ekspo Pembangunan di Malang) yang dilaksanakan dua kali setahun. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendekatkan atau mengakrabkan kampus dan masyarakat luas. Pihak PSU menyediakan ratusan stand bertenda yang siap diisi oleh siapa saja yang berminat. Setiap fakultas memamerkan produk unggulan masing-masing. Mahasiswa pun diberikan kesempatan untuk berkreasi semaksimalnya, baik pertunjukan seni, maupun keterampilan lainnya.

 

“Open PSU” yang dilaksanakan setiap semester, yang waktunya disesuaikan dengan liburan sekolah. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan secara lebih dekat berbagai program yang terdapat di PSU. Para pengunjung pada acara ini tidak hanya siswa setingkat SMA tetapi juga siswa setingkat SD dan SMP.

 

Pusat Pelayanan Masyarakat” yang terdapat pada setiap fakultas dan/atau program studi. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan konsultasi secara profesional kepada masyarakat sesuai dengan bidang masing-masing.

 

Dari serangkaian agenda ekstra kurikuler tersebut, kami bisa memanfaatkannya terkait dengan visi dan misi kami selama enam bulan di kampus ini, dalam program yang sinergis.

 

(2) Gambaran Umum Program Melayu Studies

Program Studi Melayu Studies merupakan program di bawah Jurusan Bahasa-bahasa Asia Timur. Jurusan ini mempunyai enam program, yaitu Program Bahasa Thailand, Program Bahasa Jepang, Program Bahasa Korea, Program Bahasa Cina, Program Bahasa Melayu, dan Program Pengkajian Melayu (Malay Studies). Dari kelima program tersebut, Program Pegkajian Melayu merupakan program termuda, bediri pada tahun 1998. Setiap tahun hanya membuka satu kelas. Jumlah setiap kelas tidak merata karena tergantung pada jumlah peminat ketika program itu dibuka.

 

Mahasiswa tingkat I berjumlah 50 orang, tingkat II 50 orang, tingkat III 26 orang, dan tingkat IV (tingkat akhir) berjumlah 30 orang. Jumlah tenaga dosennya pun paling sedikit dibanding dengan program yang lain, yaitu hanya 4 orang. Pada tahun mendatang, Program Pengkajian Melayu tidak lagi berinduk ke Jurusan Bahasa-bahasa Asia Timur, tetapi dialihkan ke Fakulas Ilmu Politik (Faculty of Political Science).

 

Program Studi Melayu Studies ini mempunyai Pusat Informasi Melayu Studies (Malay Studies Information Center). Di tempat ini terdapat berbagai data terkait dengan keperluan Pengkajian Melayu, mulai dari buku-buku referensi, berbagai jurnal dan majalah, berbagai peta, dan monograf sosial budaya (cetak, audio, dan audio-visual); juga karya-karya mahasiswa dan dosen. Hanya saja, sebagian besar “sumber informasi” tersebut didominasi oleh dan bernapas Ke-Malaysia-an. Sumber informasi tentang Nusantara dan/atau Indonesia amat terbatas.

 

Dalam praktik kesehariannya, tempat ini dipakai sebagai “ajang” berdiskusi dan berkreasi para mahasiswa dan dosen baik dari Program Bahasa Melayu maupun Pengkajian Melayu. Pelayanan kepada masyarakat yang terkait dengan Pengkajian Melayu pun dipusatkan di tempat ini, misalnya penerjemahan, pelatihan seni, penelitian, pemberian informasi sosial-budaya, dan sebagainya.

 

Dari gambaran ini kami optimis bahwa keterlibatan kami di Program Pengkajian Melayu ini sangat diperlukan.

 

(3) Gambaran Umum Mahasiswa Program Melayu Studies

 

Sebagian besar (95%) mahasiswa Program Pengkajian Melayu beragama Islam. Komunikasi sehari-hari mereka menggunakan bahasa Thai. Lebih dari 80% mereka juga bisa berbahasa Melayu walaupun dialeknya berbeda dengan bahasa Melayu di Malaysia. Tetapi, ketika diajak berkomunikasi dengan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, mereka bisa memahaminya, walaupun pemahamannya kurang maksimal, yang disebabkan oleh perbedaan beberapa pilihan kata (diksi). Kemampuan rata-rata pemahaman bahasa Inggris mereka sangat kurang, sehingga tidak memungkinkan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan.

Pada umumnya wawasan mereka tentang Nusantara dan/atau Indonesia saat kurang. Bahkan, hal yang sangat umum, misalnya nama presiden RI Pertama dan hari kemerdekaan RI, banyak yang tidak mengetahuinya. Tetapi, tentang Malaysia – sampai hal-hal kecil – mereka memahaminya, misalnya tentang Petronas (semacam Pertaminanya Indonesia), nama dan pimpinan partai politik, dan peristiwa mutakhir lainnya.

 

Secara umum, pandangan mahasiswa (juga dosen dan masyarakat Thailand Selatan pada umumnya) terhadap Indonesia adalah positif, walaupun ada beberapa hal yang sampai sekarang menjadi “tanda tanya besar” bagi mereka, yaitu tentang “Aceh”, “Ambon”, dan “Irian Jaya”. Kepositifan itu terlihat pada penilaian dan sikap mereka bahwa “Bangsa Indonesia itu ramah”, “Bangsa Indonesia adalah saudara kita sesama muslim”, “Bangsa Indonesia tidak ada perbedaan dengan kita”, dan sebagainya.

 

Dari gambaran kondisi mahasiswa tersebut, kami akan bisa menentukan strategi dan kiat perkuliahan bagi mereka, mulai dari bahasa pengantar yang kami gunakan dalam perkuliahan, topik perkuliahan, dan hal-hal lain yang mengarah kepada “pemberian wawasan tentang Nusantara/Indonesia”.

  

Program

Berdasarkan hasil orientasi singkat tersebut dan hasil konsultasi kami dengan Ketua Program Pengkajian Melayu, kami menyusun dua jenis program, yaitu (1) program intra kurikuler dan (2) program ekstra kurikuler. Program intra kurikuler berkaitan dengan penyusunan silabus matakuliah yang akan kami ampu; sedangkan program ekstra kurikuler berkaitan dengan rencana serangkaian kegiatan di luar perkuliahan yang mendukung visi dan misi “keindosiaan”.

  

(1) Program Intra Kurikuler

 

Pada semester Juni-Oktober 2006, kami mendapatlan kepercayaan untuk membina 4 (empat) matakuliah, yaitu (1) Politics and Government in Nusantara, (2) Seminar in Malay Studies, (3) Malay Civilization, dan (4) History of Nusantara. Keempat matakuliah yang masing-masing dihargai 3 sks tersebut kami laksanakan secara team teacihng dengan dosen setempat. Pada semester November-Maret 2006 kami hanya memberikan advis materi kepada dosen pembina untuk empat matakuliah, yaitu Malay Society I, Malay Intellectual Tradition, Political Economy in Nusantara, dan Legal System in Nusantara dan memberikan kuliah awal (masing-masing 4empat kali pertemuan) karena keberadaan kami di PSU sampai dengan awal Desember 2006. Oleh karena itu, kami tidak menyusun topik atas keempat matakuliah yang disebut terakhir ini.

 

Berdasarkan silabus keempat matakuliah tersebut, dan berdasarkan hasil pembicaraan kami dengan masing-masing dosen yang bersangkutan, topik-topik setiap matakuliah tersusun sebagai berikut.

 

a. Topik Matakuliah “Politics and Government in Nusantara” (Khusus Politik dan Pemerintahan Indonesia)

 

Gambaran Umum Negara Indonesia: Bentuk Negara, Bendera, Lagu Kebangsaan, Dasar Negara, Ibu Kota, Bahasa Resmi, Bentuk Pemerintahan, Presiden dan Wakil Presiden, Luas Wilayah, Penduduk, Agama, Kekayaan atau Potensi Alam, Tanggal Kemerdekaan, Pendapatan Total dan Per Kapita, Mata Uang


Sistem Kekuasaan Indonesia (Orientasi pada kedudukan dan fungsi masing-masing Lembaga): Legislatif: MPR, DPR, DPRD, Eksekutif: Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, Yudikatif: Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri Struktur Pemerintahan Indonesia (Orientasi pada tugas dan tanggung jawab masing-masing): Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Tingkat I, Pemerintah Daerah Tingkat II, Daerah Kecamatan, Desa/Kelurahan, Kampung/RW/RT

 

Sistem Politik Indonesia: Organisasi Politik, Sifat Kekuasaan dan Kewenangan Presiden, Hak-hak Rakyat Sistem Pemilihan Umum (Orientasi pada jenis dan tahapan pemilu): Pemilihan Parlemen (Pusan dan Daerah): Pemilihan Presiden: Pemilihan Gubernur dan Bupati/Walikota Pelaksanaan Pemerintahan Indonesia: (Orientasi pada upaya Indonesia masa lalu): Susunan Kabinet Indonesia Bersatu: Lemabaga Departemen dan Non Departemen: Lembaga Non Pemerintah Kasus-kasus Politik di Indonesia (Orientasi pada kasus politik yang aktual): Kasus Timor Timur: Kasus Aceh: Kasus Irian Jaya: Kasus Teroris: Kasus Ambon

 

b. Topik Matakuliah “Seminar in Malay Studies” (Orientasi pada Indonesian Studies)

 

Pengertian Melayu Studies

Kehidupan Masyarakat Melayu

Fungsi Keluarga dalam Tradisi Malayu

Upacara Kelahiran

Upacara Perkawinan

Upacara Kematian

Gotong Royong

Koperasi

Pengaruh Kepercayaan dalam Kehidupan Masyarakat

Dukun

Hantu

Tabu

Ruwatan

Perobatan Tradisional

Budaya Tradisional Masyarakat Melayu

Permainan Tradisional

Kesenian Tradisional

Pengaruh Budaya Populer dalam Masyarakat Melayu

 

c. Topik Matakuliah “Malay Civilization” (Orientasi pada Kebudayaan Indonesia)

 

Pengertian Peradaban

Jenis-jenis Peradaban: Sistem Kepercayaan, Sistem Kekerabatan, Sistem Sosial, Sistem Ekonomi

Suku Melayu

Suku Minangkabau

Suku Aceh

Suku Batak

Suku Jawa

Suku Sunda

Suku Madura

Suku Dayak

Suku Bugis

Suku Bali

 

d. Topik Matakuliah “History of Nusantara” (Khusus Sejarah Indonesia)

 

Prasejarah (Orientasi pada jenis dan ciri-ciri fisik manusia purba Indonesia)

Masa Kerajaan dan Kesultanan (Orientasi pada kejayaan bangsa Indonesia pada masa lalu, baik dari segi ekonomi maupun sosial-budaya): Kerajaan Kutai: Kerajaan Tarumanagara: Kerajaan Sriwijaya: Kerajaan Singasari: Kerajaan Majapahit: Kerajaan Demak: Kesultanan Mataram: Kesultanan Samudara Pasai: Kesultanan Ternate dan Tidore

 

Masa Kolonial (Orientasi pada kegigihan perjuangan bangsa Indonesia): Kedatangan Portugis: Kedatangan Belanda: Kedatangan Inggris: Penyerahan Kekuasaan Inggris ke Belanda: Kedudukan Jepang

 

Proklamasi (Orientasi pada langkah konkret upaya pendirian negara Indonesia): Dasar Negara, Lambang Negara, Teks Proklamasi, UUD 1945

 

Orde Lama (Orientasi pada pelaksanaan pemerintahan Indonesia): Sistem Pemerintahan, Penggalangan Kerja Sama dengan Luar Negeri, Pembangunan Ekonomi, Beberapa Kasus yang Menonjol dan Upaya Pemecahannya

 

Orde Baru (Orientasi pada upaya pemakmuran bangsa dan stabilisasi nasional): Pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya, Penggalakan Penanaman Modal Luar Negeri

Orde Reformasi (Orientasi pada penataan masa depan Indonesia secara menyeluruh): Penataan Politik, Penataan Ekonomi, Penataan Sosial dan Budaya


 

Sabtu, 1 April 2023

Tokoh Tokoh Muslim yang berpengaruh di Federasi Russia

 Oleh Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan

Dalam peperangan diantara Russia dengan Ukraine  yang berlaku semenjak 24 Februari 2022. Peperangan tersebut melibatkan Republik Chechen atau Chechenistan bergabung dengan pihak tentera Russia. Dan kehebatan tentera Chechen yang menyerang tentera Ukraine memanggil saya untuk mencari maklumat tentang penduduk Muslim di Russia. Ini termasuk tokoh tokoh Muslim di Russia.

Disini saya kemukakan sebuah artikel dari laman web The Moscow Time  tarikh 14 Ogos 2019 yang menyiarkan berita pemimpin Muslim Russia yang berpengaruh.

 

Media Rusia pertama kalinya menyusun 100 tokoh Muslim paling berpengaruh di peringkat nasional di negara itu, dengan juara kelas ringan UFC Khabib Nurmagomedov (mantan juara) ditampilkan bersama para ahli bisnis, pejabat kerajaan, dan pemimpin spiritual.

Diperkirakan 20 juta Muslim merupakan penduduk minoriti agama terbesar kedua di Rusia, yang terdiri dari sekitar 14 % dari keseluruhan penduduknya. Tujuh dari 85 kawasan federal Rusia memiliki penduduk majoriti Muslim, termasuk republik Tatarstan, republik Bashkortostan, dan lima republik di Kaukasus Utara. ( 7 republik, 2 republik iaitu Tatarstan, Bashkortostan di kawasan volga-urals, dan 5 republik lagi di kawasan kaukasus Utara iaitu Chechnya, Ingushetia, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia dan Adygeya)

 

Mufti agung Russia, atau pemimpin spiritual Muslim, Ravil Gainutdin menduduki peringkat teratas Muslim berpengaruh yang diterbitkan oleh lanan web berita, Business Online yang berbasis di Tatarstan.

Mintimer Shaimiyev, pemimpin pertama Republik Tatarstan setelah runtuhnya Soviet, menduduki tempat kedua, di depan khabib Nurmagomedov dari Republik Dagestan. Pemimpin Republik Tatarstan saat ini Rustam Minnikhanov dan pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov menduduki tempat Top 5.

 

“Islam Rusia adalah komuniti yang sangat besar, beraneka warna, tetapi sangat pemecahan yang tidak sepenuhnya menyedari dirinya sendiri. Bagi orang luar, ini adalah blck box,” tulis Business Online dengan judul “Business Online wrote Sunday in the ranking titled “On the Path of Allah: Top 100 Influential Muslims in Russia.”

                         Suleiman Kerimov dari Republik Dgistan

Jutawan Alisher Usmanov dan Suleiman Kerimov, yang terakhir dituduh melakukan penipuan cukai oleh kerajaan Perancis, menuduki tempat keenam dan kelapan, sementara Timbalan Datuk Bandar Moskow yang bertanggung jawab atas pembangunan kota Marat Khusnullin menduduki tempat kesembilan.

 

Indeks baru yang disusun oleh Bisnis Online, diterbitkan pada hari raya keagamaan Kurban Bairam, atau Idul Adha, didasarkan pada survei ahli.

 

Laman berita mengatakan bahawa peringkatnya mencakup tokoh masyarakat “yang tidak secara terbuka menunjukkan agama mereka, tetapi mempengaruhi komuniti Muslim, melobi atas nama atau dianggap sebagai kebanggaannya.”



Rabu, 29 Mac 2023

Nusantara Society di Russia sebuah persatuan kecil tetapi sangat berjasa di Russia.

Oleh Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan

Kali ini saya sekali lagi kemukakan hal Russia. Tetapi kali ini akan fokus kepada sebuah persatuan ahli akademi Russia yang menjalankan beberapa aktiviti berkaitan dengan Alam Melayu atau Alam Nusantara.

Kita sangat terbatas berkenaan dengan badan-badan akademi Russia yang berperanan penting dalam kajian tentang Melayu-Indonesia. Disini marilah kita mengenal sebuah persatuan akademi di Russia yang bernama usantara Society.

Nusantara Society

Persatuan ini memberi huraian berkenaan dengan badannya ialah pertubuhan akademi di Russia yang bukan untung untuk felo penyelidik, profesor, pensyarah, pelajar dan lepasan ijazah institusi akademik, universiti dan sekolah tinggi di Kota Moscow dan Kota St. Petersburg, persatuan ini mengkaji wilayah Nusantara yang luas. Iaitu yang dihuni oleh orang yang bertutur dalam bahasa Austronesia. Nusantara termasuk Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Madagaskar, Oceania, serta negara-negara di mana penutur minoriti Austronesia, seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Kampuchea  dan Taiwan (Republik China)

 

Sejarah Ringkas

Nusantara Society ini diasaskan pada 10 Januari 1990, atas dasar kajian tentang Bahasa dan sastra Bahasa  Melayu-Indonesia. Kemudian, pada Jun 1998, the Nusantara Research Center telah ditubuhkan di the Institute of Asian and African Countries di Moscow State University. Pengasas dan Presiden the Nusantara Research Center dari tarikh penubuhan sehingga sehingga 2004 ialah Dr. B. B. Parnickel.

 

Pada tahun 2000 Nusantara Society telah didaftarkan semula, Pengasasnya ialah: N. F. Aliyeva, L. N. Demidyuk, T. V. Dorofeeva, B. B. Parnikel, V. A. Pogadaev, V. V. Sikorsky.

 

Matlamat Utama

Matlamat utama Nusantara Society adalah seperti berikut :

1.Untuk menjalin hubungan dengan institusi saintifik dan universiti di Alam Nusantara, Eropah, Amerika Syarikat, Australia dan lain lain tempat.

 

2. Mempromosikan kursus pengajian dan pengajaran tentang Alam Nusantara serta pengajaran bahasa Melayu dan Indonesia, dan bahasa Austronesia yang lain.

 

3. Untuk menjalankan pertukaran buku, majalah dan bahan lain antara negara di Alam Nusantara dengan Rusia, untuk menganjurkan semua jenis pameran, persembahan, tayangan video dan filem.

 

4. Mengusahakan projek penyelidikan bersama dan mengatur persidangan dan seminar.

5. Untuk menggalakkan kerja penyelidikan pasca siswazah dan pelajar dan untuk memudahkan percubaan pakar Rusia, siswazah dan pelajar di luar negara.

Kerjasama dengan institusi lain.

Nusantara Society kerjasama rapat dengan beberapa badan baik di dalam Russia dan luar negara. Badan-badan tersebut adalah seperti berikut:

 

the Gorky Institute of World Literature dibawah the Russian Academy of Sciences,

the Margarita Rudomino All-Russia State Library for Foreign Literature

the Russian State Library,

the Faculty of Oriental Studies at Saint Petersburg State University,

Leiden University

the Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV)

University of Malaya,

Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Dengan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia mengadakan MOU pada tahun  1995.

Dan beberapa badan luar negeri lagi.

Pada tahun 2017, Nusantara Society mengadakan acara genap 50 tahun bahan baca Bahasa Melayu-Indonesian dibawah naunangan Ahli akademi bernama A. A. Guber, seorang saintis dan orientalis Soviet yang cemerlang, Ahli Akademik dan guru pertamanya dalam pengajian Oriental. Kerja beliau meneroka masalah paling penting dalam sejarah baru dan terkini, ekonomi dan dasar Timur, persoalan umum gerakan pembebasan negara, pelbagai aspek hubungan antarabangsa dan dasar penjajahan. A. A. Guber menjadi basis kepada Nusantara Society.

Pada 4  April 2018, Nusantara Society menerbitkan keluaran ke 20 tentang Pengajian Melayu-Indonesia. Dan meluncur pada acara jubli Nusantara Society.

 

Nusantara Society juga terlibat dalam bidang penerbitan.Penerbitannya termasuk Siri Pengajian Melayu-Indonesia (sebahagiannya berdasarkan kertas seminar) dan pelbagai kajian tentang budaya Alam Nusantara (dengan kerjasama Universiti Saint Petersburg). Sehingga 2019 terdapat 21 terbitan Pengajian Melayu-Indonesia.

 Ahli Lembaga (2021)

Presiden: Professor Dr. Vilen V. Sikorsky (Kementerian Luar Negeri Federasi Russia).

Timbalan presiden: Professor Madya Dr. Victor A. Pogadaev (Akademi Diplomat, Kementerian Luar Negeri Federasi Russia)

Timbalan presiden: ProfessorMadya Dr. Eugenia S. Kukushkina (Institute Negara Asia dan Afrika)

Setiaushasa koordinator Dr. Ekaterina A. Baklanova (Institute Negara Asia dan Afrika)

 

Ahli

Felo penyelidikan Dr. Anton O. Zakharov (Institut kajian Oriental, Akademi Sains Russia)

Professor Madya  Dr. Marc Yu. Ulianov (Institute Negara Asia dan Afrika)

Penyelidik kanan Dr. Maria Yu. Stanyukovich (Muzium Antropologi dand Etnografi)

 

Ahli kehormat

Datuk Dr. Kemala (semenjak 22 November 2017

Dr. Siti Zainon Ismail (semenjak 1 Januari 2020

 

Aktiviti Nusantara Society di Alam Nusantara kebanyakanya seperti yang saya lihat ialah Profesor Madya Dr. Victor A. Pogadaev. Kerana dia pernah mengajar Bahasa Russia di Universiti Malaya dan melibatkan diri dengan kawan kawan di persatuan-persatuan penulis baik di Malaysia dan Indonesia. Degan itu dia tiak asing lag bagi sastraan, budayaan di Malaysia dan Indonesia. Dia juga menyusun kamus besar Bahasa Indonesia–Bahasa Russia.

Nusantara Society juga mengadakan webinar dengan kawan kawan di luar Russia seperti Eropah an Alam Nusantara.


   Acara International Minangkabu Festival di Sumatra Barat, Indonesia.

Kita di Alam Melayu atau Alam Nusantara boleh mengambil Nusantara Society menjadi contoh yang menjalankan penyelidikan sastra budaya Melayu-Indonesia.

Selasa, 28 Mac 2023

Hubungan Nusantara Studies Center (Patan Thailand Selatan) dengan Indonesia

Oleh Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan

Pada peringkat awal Nusantara Studies Center ditubuhkan berpunca dari tindakan Dekan Fakulti Kemanusiaan dan Sosial Sains, Prince of Songkla Kampus Pattani. Di Fakulti Kemanusiaan dan Sosial Sains tersebut terdapat 2 jurusan yang berkaitan dengan Melayu. Iaitu Jurusan Bahasa Melayu yang lebih fokus kepada Bahasa Melayu Malaysia.

 

Dan satu lagi ialah Jurusan pengajian Melayu. Jurusan pengajian Melayu ini kami lebih meluaskan skop pengajian kepada pengajian Alam Melayu atau Alam Nusantara. Pengajian ini yang merangkumi selain Rumpun Melayu di Asia Tenggara, kami juga mengaitkan masyarakat Melayu di Sri Lanka, Melayu Afrika Selatan, Melayu Australia, Melayu Pulau kokos dan Pulau krismas, Melayu Arab Saudi dan suku suku dari rumpun Malayo-Polynesia di Madagaskar.

Masnor Muslich

Tindakan Dekan Fakulti Kemanusiaan dan Sosial Sains, Prince of Songkla Kampus Pattani ialah memansuhkan Jurusan Pengajian Melayu kemudian mereka mencari jalan alternatif dengan menggabungkan kedua dua jurusan itu menjadi satu jurusan iaitu jurusan Bahasa Melayu dan Pengajian Melayu. Dan dari situlah lahirnya Nusantara Studies Center. Pada peringkat awal akan menamakan badan ini dengan nama Malay Studies Center untuk meneruskan perjuangan Jurusan pengajian Melayu yang telah digabungkan dengan Jurusan Bahasa Melayu. Tetapi perkataan Melayu tidak disenang oleh pensyarah lawatan dari Universti Malang Jawa Timur Indonesia, Almarhum Pak Masnor Muslich. Dengan itu nama ditukar dari Malay Studies Center kepada Nusantara Studies Center.

                 Masnur Muslich Bersama pelajar Pengajian Melayu

Aktiviti Nusantara Studies Center selain memainkan peranan di dalam kampus juga memainkan peranan di luar kampus. Aktiviti di luar kampus lebih kepada aktiviti di negara-negara Rumpun Melayu.

 

Disini akan huraikan aktiviti di Indonesia. Aktiviti di Indonesia terbahagi kepada 2 aktiviti iaitu 1. Aktiviti sastra dan budaya dengan menyertai seminar, membentang kertas kerja di seminar dan persembahan dari pelajar Jurusan Pengajian Melayu. 2. Aktiviti akademi dengan menyertai seminar, membentang kertas kerja akademi di seminar. Kedua dua aktiviti ini salah satu tujuannya ialah untuk menjaringkan kenalan kenalan di Indonesia.

Disini saya memberi beberapa contohnya seminar yang Nusantara Studies Center ikut serta adalah seperti berikut :


Panitia Selogika Unhas Sudah Terima 40 Naskah

 

“Pemateri yang mengisi kegiatan tersebut adalah Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Prof Drs Burhanuddin Arafah MHum PhD, Northern Illinois University AS, Prof Dr James T Collins, Ketua Gapena Malaysia, Prof Madya Datuk Zainal Abidin Borhan, Universitas Khairun Ternate Maluku Utara, Prof Dr Gofran Ali Ibrahim.”

 

“Serta Prince of Songkla University Thailand, Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan MA, Ketua Program Studi S3 Antropologi PPs Unhas, Prof Dr Pawennari Hijjang MA, Ketua Prodi Magister Linguistik Sekolah Pascasarjana Unhas, Dr Hj Nurhayati MHum, Wakil Direktur Pusat Bahasa Mandarin Unhas, Mr Fang Qiang MHum dan beberapa dosen Unhas, Unmul dan Samarinda.”

Bagi acara “Banda Fiesta 2018”. Yang dianjurkan oleh Perhimpunan Sastra Budaya Negeri Serumpun pada 23-28 Oktobe 2018 tersiar di kompasiana.com pada 30 Oktober 2018 ditulis oleh Agung Pranyoto adalah seperti berikut :

 

“Komunitas SABANA (Sastra Banda Neira) Berkecimpung dalam Pelatihan Apresiasi Sastra Negara Serumpun”

 

“Yang hadir dalam acara tersebut diantaranya adalah Malim Ghozali dan Hisyam (Malaysia), Nik Rakib (Thailand), Yatiman Yusof dan Rohani Din (Singapura), Prof. Dr. Ampuan Berahim Tengah, Muhammad (Brunei Darussalam). Yang mewakili Indonesia adalah Dr. Husnu Abadi, Fakhrunnas MA Jabbar, Yeyen Kiram, Uki Bayu Sejati, Wahjudi Djaja, Herman Syahara, Moh. Rois, Sari Narulita, Shinta Miranda, dan lain-lain.”  

 

“Kehadiran para sastrawan dari lima negara ini memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Banda Neira, Acara dibuka oleh Kepala Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Prof. Dr. Aksan Tuasikal yang mewakili Bupati Maluku Tengah. Acaranya berlangsung selama lima hari, adapun salah satu kegiatannya adalah workhsop penulisan sastra, workhsop teater, seminar dan diskusi internasional (trend dunia sastra & sastra dunia), susur sejarah Banda, penampilan mini pentas. Acara tersebut diikuti oleh Komunitas SABANA, guru, mahasiswa dan pegiat sastra.”

Di Banda Neira, saya sempat bersilaturrahim dengann pihak pensyarah di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Hatta-Syahrir. Dan kami masih bersilaturahim sehingga sekarang. Alhamdulillah terdapat berita “Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Hatta-Syahrir” telah bergabung dengan Sekolah tinggi Perikanan Hatta-Syahrir” menjadi “Universiti Banda Neira” .

 

Diatas adalah sedikit contoh acara yang Nusantara Studies Center melibatkan diri. Oleh kerana Nusantara Studies Center adalah sebuah badan kecil yang lebih kepada badan kombinasi diantara akademi dengan Action oriented, dengan itu Nusantara Studies Center mengadakan aktiviti menerus dari acara acara tersebut.